Sep 22, 2012

Wisuda (temen)

Ketemu dan disindir dosen pembimbing skripsi di acara wisuda temen rasanya itu.... Malu dan kangen :))
Published with Blogger-droid v2.0.9

Aug 8, 2012

Jaga hatiku

Baru nonton film Thailand genre romantic-comedy, ATM Error. Banyak adegan konyol dan lucu.
Silly but sweet. Hehehe x)
klik gambar untuk memperbesar

Jun 22, 2012

Shitty Day


always humming this song recently...

Shitty Day - SoKo
I hate myself today
I don't know what's happening to me
I hate my face today
I think I look so shitty

I have some spot everywhere
And I'm not even shaved
My hair all greasy
I look disgusting

My eyes are glued
My lips are chapped
My legs are prickling
And plus I'm stinky today

How can I date someone with a face like that?
I know yoú're gonna dump me again,
And I am gonna cry.

Cause you want a perfect girl
And I'm not what you expect
You want a perfect girl
And I look shitty today

Maybe I should put some makeup
And find some crazy outfits
But I am very tired today
And I don't care if I'm not pretty

Should be like these girls
Skinny and great all the time
I'm still wearing my slippers
And eat all the candies at home

I should sleep more
And stop going out everyday
I should focus more
And stop complaining today


Stéphanie Sokolinski

Jun 19, 2012

Postingan penuh kode

kuharus pergi meninggalkanmu, yang telah hancurkan aku

Sebait lagu yang lagi populer itu bikin aku inget ke kejadian beberapa tahun lalu dengan seseorang. Apalagi akhir-akhir ini dia sedang dibicarakan banyak orang.
Bukan, bukan tentang hubungan percintaan (ngok), tapi tentang hubungan pertemananku dengan seseorang.
Kami berdua dulu sangat dekat. Sampai suatu kejadian menyakitkan terjadi, hubungan kami berdua sekarang akhirnya menjadi sangaaaat berbeda.
Sekarang kami sudah nggak sedekat dulu. Ketemu pun hanya sekedar tersenyum dan basa-basi singkat.

Saat ini dia sedang mengalami masalah yang hampir mirip dengan kejadian dulu itu. Kejadian yang membuat aku memilih untuk menjauh dan menjaga jarak.
Kejadian itu juga membuat aku lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan pertemanan, membuat aku jadi lebih selektif dan nggak mudah 'berbaik-baik' dengan sembarang orang.

Aku kasihan sama dia. Tapi aku merasa sudah nggak punya hak atau kewajiban untuk membantu dia. Bahkan sekedar menghibur pun bimbang.

Kadang-kadang aku berpikir, mungkin kejadian ini nggak akan terulang kalau aku dulu nggak memilih untuk menjauh dari dia. Mungkin aja kalau aku bisa dengan tegas mengingatkan dia, dia akan berubah dan nggak begini jadinya.

Ku akui sungguh beratnya, meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan, karena ku tahu ini yang terbaik


nb. ini postingan penuh kode. mungkin orang awam nggak bakal paham ini tulisan apa :p

Jun 16, 2012

Deja Vu?

Hampir semua orang pernah ngalamin deja vu. Seringnya sih remang2 gitu ya, something like "eh, kayaknya pernah ngalamin tapi lupa kapan yaaa" atau "wah pernah begini nih, tapi lupa dimana".

Sebagian orang sih begitu pola dejavu-nya. Cmiw.

Tapi yg aku alamin nih agak beda. Nggak tau ini dejavu, atau penglihatan, atau sekedar lamunan numpang lewat.

Settingnya terjadi di mimpi. Mimpi ini aku alami sekitar awal Mei lalu. Di mimpiku ini persis ada waktu, tempat, pelaku, dsb. Dan kejadian di mimpi itu baru aja terjadi beberapa jam sebelum aku nulis ini.

1. Ceritanya aku lagi ngerjain peta guna lahan skripsi. Ini bulan Juni. Dan di mimpi itu settingnya lagi di bulan Juni dan aku jelas2 ngelihat kalender. Ngek. Agak merinding.

2. Mas B tadi telpon. Dan dia bilang sesuatu yg bikin aku mikir "Wah ini kayak mimpiku dulu!". Sebagai pasangan kekasih yg lagi telpon2an, pasti yg ditanyain apa lagi kalo bukan "lagi ngapain tayaaang?" *ini dihiperbolakan* lalu aku jawab kalo aku lagi utek2 peta guna lahan. Eh dia bilang, "Aku lho punya shape guna lahan pesisir sidoarjo. Mau email?"

*jlub jlub* dialog ini jelas2 ada di mimpiku!

Trus aku bilang kalo koneksi modem agak lemot. Kagak bisa buka email, bro. Dan, kalimat kedua bener2 persis ada di mimpi.... "Kamu buka aja emailku kalo udah bisa online. Ada kesimpen di situ."

Ngik ngik...langsung duduk tegak wis. Gimana nggak langsung tegang, wong kata2 seperti ini, kondisi seperti ini, pelakunya, topiknya, waktunya....persis sama seperti di mimpi. Bahkan siaran di tv juga sama2 lagi nyetel pertandingan sepak bola.

Percaya atau nggak, ini beneran terjadi.

Dan ini buru2 aku tulis, takut lupa. Takut itu jadi pengalaman dejavu (?) yg numpang lewat seperti sebelum2nya.

Merinding bro merindiiiing....


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jun 5, 2012

Random


Kemarin2 sempet nonton drama korea yg judulnya "Rooftop Prince" hasil rekomendasi temen.
Di drama itu, tokoh2nya pada nenteng Galaxy Note, boo...kan eyke jadi tambah kepingin..
*ngelap iler*

Walhasil, karena memang tidak mungkin mendapatkannya, jadi lah saya meniru beberapa hal dari GalNote di drama itu.
Salah satunya yaitu...
Jengjerejeenggg....
Nge-LOCK ponsel!!!


Wahaha gk penting emang xD

Tapi selama ini belum pernah pake acara2 kunci hp. Sekali2 boleh lah ya digembok. Toh bisa hemat batere karena temen gk bisa mainin gara2 gk tau passwordnya apa :p


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jun 4, 2012

Pake nama panggilan aja, please..

Bagi yang sudah tau nama asli lengkap saya pasti nyadar kalau itu nggak nyambung sama sekali sama nama panggilan saya. Hehe.
Punya nama depan yang sama kayak nama sang kakak perempuan (Widya), bikin ortuku membuat nama panggilan yang lebih simpel buat aku. Tapi nggak tau juga gimana prosesnya, tau2 muncul aja nama 'Ninis' sebagai nama panggilanku. Kata Mama, sih, karena dulu waktu kecil aku menis-menis (???), yang aku yakin kata menis-menis itu nggak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jadilah aku dipanggil 'Ninis' sampai sekarang.

Karena selalu dipanggil 'Ninis', akhirnya setiap kenalan sama orang, aku selalu memperkenalkan diri dengan panggilan itu. Kecuali untuk perkenalan formal seperti ke guru, dosen atau saat presentasi. Jadinya cuma guru-guru dan dosen aja yang manggil 'Widya'. Hehehe.
Bahkan seorang guru SD, yang mana beliau seorang Jawa yang medok sangat, manggil aku bukannya 'Widya' tapi malah 'Widyo". Pake 'O'.
Jadi kalo ngabsen jadinya: Widyoooo......
Tapi untungnya nggak kebablasan dipanggil 'Widodo'.

Sampai sekarang suka aneh aja kalau ada orang yang manggil aku dengan nama 'Widya'. Berasa formal sekali dan aneh.
Jadi kalau ada yang manggil pake nama asli, suka pura-pura nggak denger atau menghindar.
Tapi ada juga adek tingkat, yang (mungkin) nggak tahu nama panggilanku, sibuk merajuk2.
Ceritanya dia lagi buka lapak dan aku dateng ke tempatnya buat lihat2 barangnya. Eh terus dia heboh promosiin ke aku dong ya.

X : Mbak Widya Mbak Widya Mbak Widyaa...ayo beli barangnya Mbak WIDYAA.... *pasang cute face*
Me : Ha?
X : Mbak Widya Mbak Widya Mbak Widyaa bla bla bla dst dsb dll etc blup blup

Dang! Suaranya tuh yaaa...stuck muter2 di kepala. Aku cuma bisa diem, pasang muka datar, pura2 nggak lihat dan nggak denger. Eh tapi ni anak tetep merajuk manja (alah).
Bukannya aku ini jahat atau gimana yah...yang namanya nggak nyaman ya masa dipaksain? Akhirnya aku cuma nyengir dikit dan kabur dari lokasi.
Awkward sekali pokoknyaaaahh

Bertahun-tahun dari sekarang, mungkin aku masih akan 'memasyarakatkan' nama 'Ninis', nama yang didapat dari celetukan spontan orangtuaku. Tapi juga bukannya nggak mungkin suatu saat aku akan dengan mantab kenalan informal dengan nama 'Widya'
.....atau mungkin jadi "Saya Bu B---- dari blok depan..hihihihi" *ketawa centil ibu2 PKK perumahan*

Dan mungkin bertahun-tahun mendatang, aku bisa jadi lebih dewasa menyikapi apa pun cara orang memanggil namaku. Nggak cuma nyelonong kabur pura-pura tuli lagi :D
*getok kepala sendiri*

Jun 3, 2012

Skripsi

Masa satu semester pertama menjalani skripsi ini hampir berakhir. Sudah memasuki bulan Juni, dan progress masih disitu-situ aja.
Hawft.
Rasanya agak malu waktu pertama kali dapet mata kuliah kolokium. Waktu itu semangatnya bukan main membara dan nggak sabar buat memulai penelitian. Dibandingin sekarang rasanya...yah..yah..alon-alon lah dulu. Hehehe.
Bukannya nggak ada progress yang berarti, tapi ini lagi cukup pusing mikirin angka-angka yang mau dihitung, stress menghadapi hasil-hasil yang nggak sesuai perkiraan, dan perasaan panik karena satu demi satu temen yang satu angkatan sudah mulai mendaftar seminar hasil.

Kepingin banget rasanya memakai lagi setelan kemeja putih, jilbab putih*, dan sepatu hitam.
*btw waktu sempro, aku salah kostum. Wajarnya sih pake jilbab putih, tapi akhirnya make jilbab hitam :p
Kepingin mengulang momen seminar proposal dulu, tapi bedanya dengan tambahan dua orang penguji (yg semoga baik hati) dan audiens yg lebih banyak (yg semoga juga nggak napsu matiin temennya sendiri).

Tapi apa yang terjadi, biar aku mengikuti jalan yang sudah direncanakan Allah saja.
Kalau dulu awal-awal skripsi kepinginnya cepet2 ngerjain dan cepet lulus, sekarang mikir sedikit aja udah kliyengan, jadi nyicil ngerjainnya ya semampunya.
Sukur2 bisa ngerjain berpuluh2 halaman dalam satu malam.


Juni..Juni..semoga target bulan ini tercapai. Amiiiin :)


nb. Bapak dosen saya rindu anda berduaa..kapan ketemuaaan? ;(

Apr 27, 2012

Hobi Baru ;p

Ho...jarang sekali menyentuh laptop akhir-akhir ini. Jarang buka blog juga akhirnya.
Gara-garanya...hmm hobi baru :D

Sekarang ini lagi suka-sukanya ngutik-ngutik handphone. Sebenernya bukan barang baru sih ni ponsel. Cuma karena OS-nya baru diupgrade, jadi aktivitas ulik-ulik aplikasi jadi lebih cepet tanpa lelet.
Hehehe.
Salah satu aplikasi favorit saya yaitu Streamzoo :D

Streamzoo adalah aplikasi photo-sharing, jadi seperti semacam facebook atau tumblr, dimana kita bisa upload foto dengan menambahkan beberapa filter yang bikin foto jadi lebih 'ngefek'. Aplikasi ini bisa dijalanin di android dan iphone. Bisa juga lewat laptop.. ke www.streamzoo.com

Sekilas hampir sama kayak Instagram, tapi lebih complicated karena tiap 'like' yang didapet, bisa menambah pundi-pundi poin yang dikumpulkan user. Selain itu ada badges kayak di Foursquare.
Jangan lupa ya ceman-ceman...kalo punya id streamzoo segera follow saya. Hehehe *macak alay*
Id Streamzoo ku: @ninisnyus. atau bisa diklik disini

penampakan akun saya


Lewat Streamzoo, aku jadi bisa lihat pemandangan-pemandangan dari seluruh dunia. Seru aja lihatnya..
Sambil berharap suatu hari nanti bisa upload fotoku di belahan dunia yang lain ;)
Amin

Mar 15, 2012

Happy ending already :D

Semua akan menjadi benar-benar baik-baik saja bila kau benar-benar berusaha menjadikannya demikian.

~ Case closed ;) ~

Feb 18, 2012

I wish I can

Minggu ini adalah minggu yg berat. Semoga ini adalah minggu yg paling berat bagiku..karena aku tidak berharap ada yang lebih parah lagi dari ini semua.

You have to be strong, Ninis. Yes you can. Hold your tears and smile..


Published with Blogger-droid v2.0.4

Feb 16, 2012

I wish

Semakin kesini aku semakin banyak mengerti. Masalah2 yang sering kita temui di sinetron sebagian besar based on true story.

Sebagian besar sekarang sedang terjadi di kehidupanku.


God..save me. Saya hanya punya Engkau Ya Rabb..

:'(


Published with Blogger-droid v2.0.4

Feb 5, 2012

Stupidity

Terkadang aku susah mengungkapkan perasaan sedih.

Tapi selalu mudah mengungkapkan kegembiraan dan kemarahan.


Dan di kemudian hari terkadang itu membuatku malu dan merasa bodoh.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jan 27, 2012

Another Love Story

Kali ini mau cerita tentang seorang sahabat, sebut aja namanya Cita. Kita kenalan waktu kelas 2 SMA karena ada pengelompokan kelas ipa-ips-bahasa. Orangnya cantik, tapi cuek, jago karate, dan galak. Dia orangnya juga nggak sering basa-basi dan straight to the point. Suka ya ngomong suka. Nggak suka ya ngomong nggak suka.
Cus bles. Beberapa kesamaan sifat dan karakter bikin kami berdua cocok dan duduk sebangkuuu terus. Curhat sama dia asik, nggak perlu malu-malu atau sungkan kalo cerita tentang apa aja ke dia. Gitu juga sebaliknya.

Di balik sifatnya yang cuek dan galak, ada satu hal yang sangat aku kagumin dari dia. Dia dewasa dan bijaksana. Dan tulus. Tulus dalam hal apa aja.
Tulus dalam soal cinta terutama.

Cita pernah sangat jatuh cinta. (sumpah ini ceritanya kayak dongeng disney campur ftv banget)
Cita ketemu Miko dalam suatu pesta dansa (beneran). Cita acuh, karena dia cuma nemenin satu sahabatnya yang lain, sebut aja Reni. Miko naksir Cita. Besoknya nelpon Cita. Bener2 ngejar Cita.
Cita cuek. Dia nggak peduli sama Miko dan cenderung menjauhi. Tahu kenapa? Pertama, mereka baru pertama kali ketemu dan kedua (dan yg paling krusial) beda agama.
Tapi yah, namanya juga udah diskenariokan oleh Tuhan, Cita lama-lama jadi tertarik dan mulai memperhatikan Miko. Dia pernah cerita, dia bimbang. Ada satu ganjalan terbesar, yah, perbedaan agama itu tadi. Apalagi Miko termasuk Katolik yang taat.
Aku, sebagai sahabat yang bodoh dan polos, cuma bisa kasih nasihat standart aja. Nasihat macam, "Pikir2 lagi deh Cit, nanti daripada saat kamu udah terlalu dalam cinta sama dia, kamu bakal nyesel dan kecewa karena perbedaan itu" atau nasihat "Kalau kamu yakin bisa ngatasin resiko selanjutnya, ya terserah kamu Cit"

Dan akhirnya mereka jadian.
Dan saat-saat itu adalah saat-saat pertama kali dimana aku bisa melihat secara nyata bahwa cinta bisa bikin seseorang mengekspresikan perasaannya dengan sangat maksimal.
Maksudnya, saat dia lagi bahagia bawaannya seneeeeeng banget dan berikutnya waktu dia sedih bawaannya mewek dan drop all day long. Dan ini asli, terjadi di depan mataku.
Aktivitas pacaran mereka nggak melulu makan-nonton-jalan2, tapi juga diskusi tentang apa aja yang lagi happening saat itu. Sampai ke masalah isu-isu agama pun mereka diskusiin. Quality time banget lah.
Suatu saat si Miko kecelakaan dan harus opname di rumah sakit. Cita sedih dan nangis terus di sekolah. Dia cerita sambil mewek. Dia cerita tentang bagaimana menderitanya Miko, bagaimana dia kepingin rasa sakitnya Miko di-share ke dia juga. Itu pertama kali aku ngelihat suatu perasaan yang bener2 nyata dan nggak dibuat2. Adegan yang aku pikir cuma ada di film atau sinetron aja.
Aku cuma bisa ngelus2 rambut Cita waktu itu. Dan itu pertama kalinya aku nangis bersama seorang teman. Nangis karena I feel sad too. Kita nangis berdua saat itu.

Dan masa-masa itu lewat. Mereka happy lagi meskipun sering berantem karena sama2 keras kepala.
Sampai pada akhirnya aku dan Cita harus pisah karena aku ngelanjutin kuliah di Malang dan dia di Surabaya. Kami berdua jarang kontak2, karena emang pada dasarnya kami jarang sms-an sebelumnya. Aku juga akhirnya nggak ngikutin perkembangan percintaan Cita-Miko selanjutnya. (teman macam apa aku ini)

Pada suatu liburan semester, aku dan Cita ketemu. Kami berdua jalan bareng.
Dia cerita satu hal yang bikin aku terkejut. Cita dan Miko sudah putus.
Dan yang bikin aku tambah terkejut adalah reaksi Cita datar dan biasa aja. Wo wo wo...ada apa ini? Padahal kalau ngelihat reaksi Cita waktu masih pacaran sama Miko dulu kayaknya dalem dan ekspresif banget.
Dia melanjutkan ceritanya. Dan penyebabnya putusnya mereka ini tambah bikin aku terkejut.
Ingat Reni yang aku sebutin di awal cerita? Yap, Miko ada affair dengan dia. Salah satu alasan adalah karena Reni beragama Katolik, sama dengan Miko. Ini membuat Reni lebih bisa diterima di keluarga Miko, tidak seperti Cita yang harus susah payah pdkt ke keluarga Miko.
Jujur, aku nggak paham bener pokok permasalahannya apa. Yang jelas, aku pikir ini keputusan yang tepat buat Cita. Bagaimanapun dia adalah seorang wanita hebat yang tau sikap apa yang harus diambil. Mungkin dia berpikir, kalau Miko akan bisa lebih bahagia dengan Reni.
You know it's love when all you want is that person to be happy, even if you're not part of their happiness (Julia Roberts)

Dan walaupun dia masih jatuh cinta dengan Miko saat lelaki itu main belakang, dia masih pake logika. Perbedaan yang begitu mendasar juga akan mempengaruhi hubungan mereka nantinya. Jadi Cita memilih stop. Stop berhubungan cinta dengan Miko dan mengharapkan hal2 yang indah dengannya.

Aku salut sama dia. Gayanya bercerita seakan dia bukan pemeran dalam cerita yang lagi dia share ke aku. Tenang, kalem, sambil ngaduk2 minumannya...padahal aku yakin, dibalik sikap kalemnya itu, pasti dia pernah nangis atau merenung pada suatu malam. Secara ya...saya tau sendiri kalo Cita suangat mencintai (haduh bahasanya) Miko.
Tapi yah...sesuai salah satu quote yang pernah aku baca.. "Cinta yang teramat sangat bisa hilang begitu saja saat ada pengkhianatan". Mungkin quote itu berlaku juga buat Cita.
Tapi aku juga (sekali lagi) yakin, kisah Cita dan sang mantan nggak mungkin bisa dilupain begitu aja. Meskipun sampai sekarang aku nggak pernah denger dia ngungkit2 cerita tentang Miko, tapi aku yakin dia sekali-sekali pernah mikirin tentang Miko, senyum2 tentang Miko ataupun kesel2 sendiri kalau inget dia.

Sometimes we must get hurt in order to grow; we must fail in order to know. Sometimes our vision only clears after our eyes are washed away with tears. (anonim)




Dan...satu kesimpulan dari cerita ini adalah: Aduh beneran bodohnya aku nggak perhatian sama temen sendiri :(
I'm so sorry Cita...