Jun 22, 2012

Shitty Day


always humming this song recently...

Shitty Day - SoKo
I hate myself today
I don't know what's happening to me
I hate my face today
I think I look so shitty

I have some spot everywhere
And I'm not even shaved
My hair all greasy
I look disgusting

My eyes are glued
My lips are chapped
My legs are prickling
And plus I'm stinky today

How can I date someone with a face like that?
I know yoú're gonna dump me again,
And I am gonna cry.

Cause you want a perfect girl
And I'm not what you expect
You want a perfect girl
And I look shitty today

Maybe I should put some makeup
And find some crazy outfits
But I am very tired today
And I don't care if I'm not pretty

Should be like these girls
Skinny and great all the time
I'm still wearing my slippers
And eat all the candies at home

I should sleep more
And stop going out everyday
I should focus more
And stop complaining today


Stéphanie Sokolinski

Jun 19, 2012

Postingan penuh kode

kuharus pergi meninggalkanmu, yang telah hancurkan aku

Sebait lagu yang lagi populer itu bikin aku inget ke kejadian beberapa tahun lalu dengan seseorang. Apalagi akhir-akhir ini dia sedang dibicarakan banyak orang.
Bukan, bukan tentang hubungan percintaan (ngok), tapi tentang hubungan pertemananku dengan seseorang.
Kami berdua dulu sangat dekat. Sampai suatu kejadian menyakitkan terjadi, hubungan kami berdua sekarang akhirnya menjadi sangaaaat berbeda.
Sekarang kami sudah nggak sedekat dulu. Ketemu pun hanya sekedar tersenyum dan basa-basi singkat.

Saat ini dia sedang mengalami masalah yang hampir mirip dengan kejadian dulu itu. Kejadian yang membuat aku memilih untuk menjauh dan menjaga jarak.
Kejadian itu juga membuat aku lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan pertemanan, membuat aku jadi lebih selektif dan nggak mudah 'berbaik-baik' dengan sembarang orang.

Aku kasihan sama dia. Tapi aku merasa sudah nggak punya hak atau kewajiban untuk membantu dia. Bahkan sekedar menghibur pun bimbang.

Kadang-kadang aku berpikir, mungkin kejadian ini nggak akan terulang kalau aku dulu nggak memilih untuk menjauh dari dia. Mungkin aja kalau aku bisa dengan tegas mengingatkan dia, dia akan berubah dan nggak begini jadinya.

Ku akui sungguh beratnya, meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan, karena ku tahu ini yang terbaik


nb. ini postingan penuh kode. mungkin orang awam nggak bakal paham ini tulisan apa :p

Jun 16, 2012

Deja Vu?

Hampir semua orang pernah ngalamin deja vu. Seringnya sih remang2 gitu ya, something like "eh, kayaknya pernah ngalamin tapi lupa kapan yaaa" atau "wah pernah begini nih, tapi lupa dimana".

Sebagian orang sih begitu pola dejavu-nya. Cmiw.

Tapi yg aku alamin nih agak beda. Nggak tau ini dejavu, atau penglihatan, atau sekedar lamunan numpang lewat.

Settingnya terjadi di mimpi. Mimpi ini aku alami sekitar awal Mei lalu. Di mimpiku ini persis ada waktu, tempat, pelaku, dsb. Dan kejadian di mimpi itu baru aja terjadi beberapa jam sebelum aku nulis ini.

1. Ceritanya aku lagi ngerjain peta guna lahan skripsi. Ini bulan Juni. Dan di mimpi itu settingnya lagi di bulan Juni dan aku jelas2 ngelihat kalender. Ngek. Agak merinding.

2. Mas B tadi telpon. Dan dia bilang sesuatu yg bikin aku mikir "Wah ini kayak mimpiku dulu!". Sebagai pasangan kekasih yg lagi telpon2an, pasti yg ditanyain apa lagi kalo bukan "lagi ngapain tayaaang?" *ini dihiperbolakan* lalu aku jawab kalo aku lagi utek2 peta guna lahan. Eh dia bilang, "Aku lho punya shape guna lahan pesisir sidoarjo. Mau email?"

*jlub jlub* dialog ini jelas2 ada di mimpiku!

Trus aku bilang kalo koneksi modem agak lemot. Kagak bisa buka email, bro. Dan, kalimat kedua bener2 persis ada di mimpi.... "Kamu buka aja emailku kalo udah bisa online. Ada kesimpen di situ."

Ngik ngik...langsung duduk tegak wis. Gimana nggak langsung tegang, wong kata2 seperti ini, kondisi seperti ini, pelakunya, topiknya, waktunya....persis sama seperti di mimpi. Bahkan siaran di tv juga sama2 lagi nyetel pertandingan sepak bola.

Percaya atau nggak, ini beneran terjadi.

Dan ini buru2 aku tulis, takut lupa. Takut itu jadi pengalaman dejavu (?) yg numpang lewat seperti sebelum2nya.

Merinding bro merindiiiing....


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jun 5, 2012

Random


Kemarin2 sempet nonton drama korea yg judulnya "Rooftop Prince" hasil rekomendasi temen.
Di drama itu, tokoh2nya pada nenteng Galaxy Note, boo...kan eyke jadi tambah kepingin..
*ngelap iler*

Walhasil, karena memang tidak mungkin mendapatkannya, jadi lah saya meniru beberapa hal dari GalNote di drama itu.
Salah satunya yaitu...
Jengjerejeenggg....
Nge-LOCK ponsel!!!


Wahaha gk penting emang xD

Tapi selama ini belum pernah pake acara2 kunci hp. Sekali2 boleh lah ya digembok. Toh bisa hemat batere karena temen gk bisa mainin gara2 gk tau passwordnya apa :p


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jun 4, 2012

Pake nama panggilan aja, please..

Bagi yang sudah tau nama asli lengkap saya pasti nyadar kalau itu nggak nyambung sama sekali sama nama panggilan saya. Hehe.
Punya nama depan yang sama kayak nama sang kakak perempuan (Widya), bikin ortuku membuat nama panggilan yang lebih simpel buat aku. Tapi nggak tau juga gimana prosesnya, tau2 muncul aja nama 'Ninis' sebagai nama panggilanku. Kata Mama, sih, karena dulu waktu kecil aku menis-menis (???), yang aku yakin kata menis-menis itu nggak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jadilah aku dipanggil 'Ninis' sampai sekarang.

Karena selalu dipanggil 'Ninis', akhirnya setiap kenalan sama orang, aku selalu memperkenalkan diri dengan panggilan itu. Kecuali untuk perkenalan formal seperti ke guru, dosen atau saat presentasi. Jadinya cuma guru-guru dan dosen aja yang manggil 'Widya'. Hehehe.
Bahkan seorang guru SD, yang mana beliau seorang Jawa yang medok sangat, manggil aku bukannya 'Widya' tapi malah 'Widyo". Pake 'O'.
Jadi kalo ngabsen jadinya: Widyoooo......
Tapi untungnya nggak kebablasan dipanggil 'Widodo'.

Sampai sekarang suka aneh aja kalau ada orang yang manggil aku dengan nama 'Widya'. Berasa formal sekali dan aneh.
Jadi kalau ada yang manggil pake nama asli, suka pura-pura nggak denger atau menghindar.
Tapi ada juga adek tingkat, yang (mungkin) nggak tahu nama panggilanku, sibuk merajuk2.
Ceritanya dia lagi buka lapak dan aku dateng ke tempatnya buat lihat2 barangnya. Eh terus dia heboh promosiin ke aku dong ya.

X : Mbak Widya Mbak Widya Mbak Widyaa...ayo beli barangnya Mbak WIDYAA.... *pasang cute face*
Me : Ha?
X : Mbak Widya Mbak Widya Mbak Widyaa bla bla bla dst dsb dll etc blup blup

Dang! Suaranya tuh yaaa...stuck muter2 di kepala. Aku cuma bisa diem, pasang muka datar, pura2 nggak lihat dan nggak denger. Eh tapi ni anak tetep merajuk manja (alah).
Bukannya aku ini jahat atau gimana yah...yang namanya nggak nyaman ya masa dipaksain? Akhirnya aku cuma nyengir dikit dan kabur dari lokasi.
Awkward sekali pokoknyaaaahh

Bertahun-tahun dari sekarang, mungkin aku masih akan 'memasyarakatkan' nama 'Ninis', nama yang didapat dari celetukan spontan orangtuaku. Tapi juga bukannya nggak mungkin suatu saat aku akan dengan mantab kenalan informal dengan nama 'Widya'
.....atau mungkin jadi "Saya Bu B---- dari blok depan..hihihihi" *ketawa centil ibu2 PKK perumahan*

Dan mungkin bertahun-tahun mendatang, aku bisa jadi lebih dewasa menyikapi apa pun cara orang memanggil namaku. Nggak cuma nyelonong kabur pura-pura tuli lagi :D
*getok kepala sendiri*

Jun 3, 2012

Skripsi

Masa satu semester pertama menjalani skripsi ini hampir berakhir. Sudah memasuki bulan Juni, dan progress masih disitu-situ aja.
Hawft.
Rasanya agak malu waktu pertama kali dapet mata kuliah kolokium. Waktu itu semangatnya bukan main membara dan nggak sabar buat memulai penelitian. Dibandingin sekarang rasanya...yah..yah..alon-alon lah dulu. Hehehe.
Bukannya nggak ada progress yang berarti, tapi ini lagi cukup pusing mikirin angka-angka yang mau dihitung, stress menghadapi hasil-hasil yang nggak sesuai perkiraan, dan perasaan panik karena satu demi satu temen yang satu angkatan sudah mulai mendaftar seminar hasil.

Kepingin banget rasanya memakai lagi setelan kemeja putih, jilbab putih*, dan sepatu hitam.
*btw waktu sempro, aku salah kostum. Wajarnya sih pake jilbab putih, tapi akhirnya make jilbab hitam :p
Kepingin mengulang momen seminar proposal dulu, tapi bedanya dengan tambahan dua orang penguji (yg semoga baik hati) dan audiens yg lebih banyak (yg semoga juga nggak napsu matiin temennya sendiri).

Tapi apa yang terjadi, biar aku mengikuti jalan yang sudah direncanakan Allah saja.
Kalau dulu awal-awal skripsi kepinginnya cepet2 ngerjain dan cepet lulus, sekarang mikir sedikit aja udah kliyengan, jadi nyicil ngerjainnya ya semampunya.
Sukur2 bisa ngerjain berpuluh2 halaman dalam satu malam.


Juni..Juni..semoga target bulan ini tercapai. Amiiiin :)


nb. Bapak dosen saya rindu anda berduaa..kapan ketemuaaan? ;(