May 11, 2017

Bulan dan Mama

Bulan malam ini cantik, sinarnya yang kuning membuat langit terlihat bersih.

Jadi teringat malam-malam di Sidoarjo. Ketika waktu menunjukkan pukul sembilan-sepuluh malam, Mama selalu keluar rumah hanya untuk sekedar menatap langit.
Sambil melamun.
Lalu mengamati sekitar, entah itu mencermati pos satpam di ujung jalan atau gemerisik rumput yang dicurigai memiliki pertemuan curut-curut di lahan kosong depan rumah.
Lalu aku mengintip dari balik gorden- tentu saja Mama menangkap gerakan di jendela, jadi Mama akan memberi isyarat agar aku ikut keluar rumah.

Dan di sanalah aku. Membuka pagar rumah dan merasakan udara malam.
Aku dan Mama masih sama-sama diam mendengar suara angin.
Lalu Mama mendongak. Lama.
Aku melirik ke atas.
Bulan dan bintang tersemat bersisian.

"Wah, bulannya terang, Ma,"
"Iya, kemarau begini. Langit lagi jernih-jernihnya," ucap Mama sambil menatap ke atas.
"Bintangnya jelas, Ma,"
"Dulu waktu awal pindah malah lebih banyak. Ingat?"
"Iya, terus banyak kunang-kunang di situ," Aku menunjuk semak di depan.
"Banyak kodok juga," Mama terkikik kecil sebelum melanjutkan, "Banyak ular juga,"
Aku teringat aku pernah berpapasan dengan ular dua-tiga kali di lingkungan rumah. Aku tersenyum masam.
"Sekarang sudah banyak perumahan," Mama menatap lampu di jalan utama depan sana, "Gitu lah,"

Lalu kami diam sambil masih mengawasi pesawat yang beberapa kali melintas, sampai badan sudah cukup segar untuk tidur.
Kegiatan semacam itu masih berulang di malam-malam lainnya. Dialognya pun sama. Kadang tanpa dialog sama sekali.


Malam-malam di tahun-tahun setelahnya, Mama jarang melihat langit lagi. Jadwal mengajar Mama semakin banyak, bahkan baru selesai jam sebelas malam. Sepulang dari kampus, Mama akan langsung lelap. Capek, katanya.

Aku pun semakin jarang keluar ruangan. Malam-malam selanjutnya aku semakin sering menghadap layar empat belas inci untuk menyelesaikan ini itu.



Bulan di Bandung malam ini cantik, Ma.
Hari ini langit cerah, tidak mendung seperti kemarin atau kemarinnya lagi.
Cantiknya.. mengingatkanku pada rutinitas malam-malam kita.




Ma, rindu..